Rasulullah Saw bersabda bahwa bertafakur selama satu jam adalah lebih baik daripada ibadah selama setahun. Tafakur adalah berpikir atau memikirkan dan merenungkan tentang makhluk‑makhluk ciptaan Allah, bukan Dzat Allah. Al-Quran al‑Karim banyak  memberikan dorongan kepada kaum Muslim bukan hanya bertafakur, tetapi juga melakukan tadabbur (memahami dengan mendalam sifat-sifat Allah), i’tibar (mengambil pelajaran, pengajaran atau `ibrah), nazhr (memperhatikan atau menelaah secara mendalam). Bukan hal yang rahasia bagi kaum Muslim bahwa berpikir secara baik dan mendalam adalah kunci pembuka kepada cahaya (nur) ilahi, awal serta dasar bagi penglihatan yang mendalam atau penglihatan hati atau penglihatan ruhaniah, pintu kepada berbagai ilmu dan jalan kepada ma`rifatullah dan kepada pengenalan serta pemahaman tentang Allah. Kebanyakan manusia, lebih‑lebih kaum Muslim, telah mengetahui serta memahami nilai keutamaan dan martabatnya, namun belum mengetahui serta memahami sifat dasar, hakikat, buah, sumber, pokok-pokok, dan jalan-jalannya serta cara-cara menuju kepada-Nya. Bagaimana bertafakur kepada Allah, apa yang ditafakuri, mengapa bertafakur, dengan bantuan apa dan bantuan siapa dalam bertafakur, adalah di antara hal-hal yang tidak diketahui oleh kebanyakan mereka.

Sabda Nabi Muhammad Saw, “Orang yang paling banyak mengingati mati dan mempersiapkan bekal untuk menghadapinya, adalah orang yang paling bijak karena pergi dengan kemuliaan dunia dan kehormatan akhirat.”
Khalifah ‘Umar bin ‘Abdul ‘Aziz mengumpulkan para ulama setiap malam dan mendengarkan uraian mereka tentang mati, hari kebangkitan, dan akhirat.
Adalah Nabi ‘Isa As, jika diceritakan kepada beliau tentang mati, maka darah pun menetes dari pori-pori kulit beliau. Dalam kisah serupa lainnya, jika cerita tentang mati dibicarakan di depan Nabi Daud As, maka beliau pun menangis hebat,
sehingga rambut-rambutnya tercabut dari badannya. Selanjutnya,
ketika rahmat Allah disebut-sebut di hadapannya, maka beliau pun
kembali ke keadaan semula.

 

Kategori:Uncategorized
  1. September 30, 2011 pukul 12:17 pm

    Hi, this is a comment.
    To delete a comment, just log in, and view the posts’ comments, there you will have the option to edit or delete them.

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s